ARTIKEL: HUBUNGAN IBU PREEKLAMSIA DENGAN KEJADIAN BBLR DI RSD BALUNG KABUPATEN JEMBER
Nama : Sera Febrianti
NIM : 10011281823071
Kelas : Peminatan Epidemiologi 2018
Penulis
Artikel: Asri Iman Sari
Prodi Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dr. Soebandi
Abstract
One of the risk factors that cause LBW is a
mother with preeclampsia. Mothers with preeclampsia will experience trophoblast
cell abnormalities which result in decreased blood flow to the uteroplacenta so
that the placenta will lack nutrition and will result in placental hypoxia and
ischemia which results in stunted fetal growth. This study aims to determine
the relationship between preeclampsia and LBW (Low Birth Weight) in mothers who
give birth at RSD Balung, Jember Regency in 2019. The method used is
correlation analysis with a retrospective approach. The sample of this study
was taken from secondary data, namely the medical records of preeclampsia
patients at Balung Hospital, Jember Regency using a sampling technique, namely
total sampling and obtained 3594 samples which were analyzed using the chi
square test with the result (value) p = 0.000 (p value = 0.05). The results of
the study can be concluded that there is a relationship between preeclampsia
and LBW (Low Birth Weight). And mothers who had preeclampsia were 1.85 times
more likely to give birth to LBW compared to mothers who did not have
preeclampsia.
Keywords: preeclampsia, LBW
Abstrak
|
Authors, Year |
Title and Aim |
Methodology |
Finding 1 |
Finding 2 |
Finding 3 |
Note/Conclusion |
|
Author
: Asri Iman Sari |
Judul
: Hubungan Ibu Preeklamsia dengan Kejadian BBLR di RSD Balung Kabupaten Jember Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan preeklamsia dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) pada ibu bersalin di RSD Balung Kabupaten Jember tahun 2019. |
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Pendekatan retrospektif adalah meneliti ke belakang dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis rumah sakit tentang kejadian preeklampsia pada ibu bersalin dan kejadian BBLR di RSD Balung Kabupaten Jember. Populasi penelitian menggunakan data seluruh ibu dengan preeklampsia dan seluruh bayi yang dirawat di RSD Balung pada bulan Januari-Desember tahun 2019 didapatkan sampel 3594 responden dengan teknik pengambilan sampel secara total populasi. Uji hipotesis pada analisis korelasi untuk mengetahui apakah ada hubungan atau tidak pada pasien preeklamsia dengan BBLR digunakan analisis chi square yang dinyatakan dengan relative risk (RR) dan menggunakan analisis korelasi spearman’s rho untuk melihat kuat lemahnya hubungan dan arah hubungan antara dua variable, dengan tingkat kemaknaan dalam kedua analisis adalah 0,05. |
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ada 3.594 kelahiran pada bulan Januari –
Desember tahun 2019 di RSD Balung Kabupaten Jember. Dari 798 ibu melahirkan
dengan preeklamsia, sebanyak 119 responden (3,31%) mengalami BBLR. Dan ada
679 (18,9%) ibu preeklamsia melahirkan bayi dengan berat badan normal. Hasil uji
statistik chi square dengan nilai p value 0,000 yang berarti p value <
0,05 ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara preeklamsia dengan
kejadian BBLR. Nilai RR (CI 95%)=1,85 (1,462-2,34) menunjukkan bahwa ibu yang
mengalami preeklamsia memiliki kemungkinan 1,85 kali untuk melahirkan BBLR
dibanding dengan ibu yang tidak mengalami preeklamsia. |
Dari
data yang didapatkan peneliti melalui data sekunder didapat kejadian ibu
melahirkan preeklamsia dan kejadian BBLR. Hasil yang didapatkan sebagian
kecil ibu dengan preeklamsia melahirkan bayi dengan BBLR. Hal ini dikarenakan
banyak faktor lain selain preeklamsia yang dapat mempengaruhi kejadian BBLR
seperti faktor dari ibu yaitu umur, paritas, status gizi, jarak kehamilan,
komplikasi kehamilan; faktor dari janin yaitu kelainan kromosom, infeksi
janin, gawat janin, gemeli; dan faktor dari lingkungan. |
Beberapa
hal yang bisa dilakukan untuk mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah
yaitu deteksi dini preeklamsia pada ibu hamil dengan periksa kehamilan secara
teratur. Petugas kesehatan perlu memberikan motivasi dan edukasi pentingnya
asupan nutrisi bagi ibu hamil dengan preeklamsia untuk menurunkan angka
kejadian BBLR, perencanaan kehamilan agar kehamilan terjadi di usia aman
untuk reproduksi, serta persiapan persalinan bagi ibu yang mengalami preeklamsia
agar tidak terjadi keterlambatan penanganan komplikasi. |
Hanya sebagian
kecil kelahiran dengan BBLR dari ibu dengan preeklamsia di RSD Balung Jember
tahun 2019. Dan sebagian kecil lainnya BBLR lahir dari ibu yang tidak
preeklamsia karena ada faktor lain selain preeklamsia yang menyebabkan BBLR.
Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menggunakan variabel lain yang
dapat menyebabkan BBLR sehingga dapat melengkapi faktor-faktor penyebab BBLR. |
Referensi :
Sari, A. I. 2021. Hubungan Ibu Preeklamsia dengan Kejadian BBLR di RSD Balung Kabupaten Jember. Ovary Midwifery Journal, 2(2), 77-80.
Komentar
Posting Komentar