ARTIKEL : KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DITINJAU DARI PREEKLAMPSIA

Nama    : Sera Febrianti

NIM      : 1001128123071

Kelas     : Peminatan Epidemiologi 2018

(Source: id.pinterest.com)

Penulis Artikel: 
Lina Astuty

Akademi Kebidanan St Benedicta Pontianak

Abstract

Pre-eclampsia is a disease with signs of hypertension, edema, and proteinuria arising from pregnancy. This disease generally occurs in the third trimester of pregnancy, but can occur earlier, for example in hydatidiform mole. Preeclampsia and Eclampsia are one of the main causes of maternal mortality in Indonesia. The incidence of preeclampsia ranges from 5-15% of all pregnancies in the world. Based on the 2003 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS), the incidence of preeclampsia in Indonesia is estimated at 3.4–8.5%. The research method used analytical observational method through a case control approach, which is an analytical study concerning how risk factors are studied using a retrospective approach. In other words, the effect is identified now, then the risk factor is identified as having existed or occurred in the past. Research Results The results of the significance test using the Chi-Square test showed a significant relationship to the occurrence of low birth weight (LBW) in mothers with preeclampsia. This is indicated by the value of p = 0.000 which is smaller than α = 0.05, so Ho is rejected. While the results of the calculation of the Odds Ratio show that preeclampsia is one of the causes of LBW, this is indicated by the OR value of 3.028. Conclusion: There is a relationship between preeclampsia and low birth weight in dr. Soedarso Pontianak in 2018 with a probability value (ρ) = 0.000.

Keywords : Preeclampsia, LBW incidence, babies born negligently

Abstrak

Pre-eklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema, dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ketiga kehamilan, tetapi dapat terjadi sebelumnya, misalnya pada Mola Hidatidosa (Wiknjosastro, 2005 : 282). Preeklamsi dan Eklamsi merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Kejadian preeklampsia berkisar antara 5–15% dari seluruh kehamilan di dunia. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2003, insiden preeklampsia di Indonesia diperkirakan 3,4–8,5%. Metode penelitian menggunakan metode observasional analitik melalui pendekatan case control yaitu suatu penelitian analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Dengan kata lain, efek diidentifikasi saat ini, kemudian faktor risiko diidentifikasi adanya atau terjadinya pada waktu yang lalu. Hasil uji signifikansi dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna untuk terjadinya berat badan lahir rendah (BBLR) pada ibu yang mengalami preeklampsia. Hal ini ditujukkan dengan nilai p = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 maka Ho ditolak. Sedangkan hasil perhitungan Odds Ratio menunjukkan bahwa preeklampsia merupakan salah satu penyebab terjadinya BBLR, hal ini ditunjukkan dengan nilai OR sebesar 3,028 Terdapat hubungan antara preeklampsia dengan berat badan lahir rendah di RSUD dr. Soedarso Pontianak tahun 2018 dengan nilai probabilitas (ρ)=0,000.

Kata kunci : Preeklampsia, Kejadian BBLR, Bayi Lahir dengan kelaianan

Authors, Year

Title and Aim

Methodology

Finding 1

Finding 2

Finding 3

Note/Conclusion

Author :

Lina Astuty

 

Year: 2020

Judul :

Kejadian Berat Badan Lahir Rendah ditinjau dari Preeklamsia

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian berat badan lahir rendah dengan preeklamsia

Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik melalui pendekatan case control yaitu suatu penelitian analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospektif. Dengan kata lain, efek diidentifikasi saat ini, kemudian faktor risiko diidentifikasi adanya atau terjadinya pada waktu yang lalu.

Hasil penelitian selama dua minggu di RSUD dr. Soedarso Pontianak didapatkan jumlah kelahiran periode 1 Januari 2010 sampai 31 Desember 2018 sebanyak 1746 bayi, dengan jumlah kejadian BBLR secara keseluruhan sebanyak 392 bayi (22,45%). Dengan perbandingan jumlah kasus dan kontrol sebesar 1:1 yaitu 135 bayi sebagai kasus dan 135 bayi sebagai kontrol.

Hasil analisis hubungan antara preeklampsia dengan kejadian BBLR, diperoleh 15.2% bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan preeklampsia mengalami BBLR. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square dengan CI 95% (α = 0,05) diperoleh x2 hitung = 12,648 dan probabilitas (ρ Value) 0,000 atau ρ<0.05 maka hasilnya signifikan yang berarti ada hubungan antara preeklampsia dengan BBLR.

Hasil perhitungan Odds Ratio menunjukkan bahwa preeklampsia merupakan salah satu penyebab terjadinya BBLR, hal ini ditunjukkan dengan nilai OR sebesar 3,028, artinya ibu yang mengalami preeklampsia mempunyai risiko 3,028 kali lebih besar untuk melahirkan bayi dengan BBLR jika dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami preeklampsia.

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka dapat disimpilkan bahwa:

1. Terdapat hubungan antara preeklampsia dengan berat badan lahir rendah di RSUD dr. Soedarso Pontianak tahun 2018 dengan nilai probabilitas (ρ)=0,000.

 2. Tingkat keterpaparan terjadinya berat badan lahir rendah (BBLR) pada ibu yang mengalami preeklampsia sebanyak tiga kali lipat dari pada ibu yang tidak mengalami preeklampsia dengan nilai OR = 3,028.


Referensi: 
Astuty, L. 2020. Hubungan antara Preeklampsia dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Dr. Soedarso Pontianak Tahun 2018. Jurnal Stikel Al Maarif5(2), 85-88.

Komentar