ARTIKEL : HUBUNGAN PREEKLAMSI DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI

Nama : Sera Febrianti

NIM   : 10011281823071

Kelas  : Peminatan Epidemiologi 2018

(Source: id.pinterest.com)

Penulis Artikel:
Imroatul Chumaida, Ira Titisari, Sumy Dwi Antono

Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Prodi Kebidanan Kediri


Abstract

Low birth weight is a nutritional problem which has serious consequences for the quality of human resources in Indonesia. Low birth weight is a major cause of increased mortality, morbidity and disability in neonates, infants and children. Pre eclampsia was the one of causes of low birth weight. When high blood pressure presents the uteroplacental circulation decreases which results in the drainage of nutrients, oxygen, and the release of metabolic results being disrupted , allowing the low birth weight baby. This study aims to determine the relationship of preeclampsia with the incidence of low birth weight babies (LBW) in Gambiran Hospital, Kediri. This type of research uses observational analytic with a retrospective study design and uses the Spearman rank test. The population in this study were all medical records of low birth weight babies (LBW ) in January - December 2018 who were born at Gambiran Hospital, Kediri City. The sampling technique used simple random sampling . 118 respondents were taken to be respondents. The results obtained from the Spearman rank correlation test with a p value of 0.031 < 0.05, the value of the 1,000 Correlation Coefficient and has the direction of positive (+) correlation. The result of this research there was a significant relationship between preeclampsia and the incidence of LBW in Gambiran Hospital , Kediri City , the relationship between two variables was impactful, and the direction of relations between two positive variables . Based on this research, it is expected that health workers will increase their efforts to prevent low birth weight (LBW) in newborns by early detection on risk factors of low birth weight babies (LBW).

Keywords: Preeclampsia, Low Birth Weight, Maternity, Neonates.

Abstrak

Berat badan lahir rendah merupakan masalah gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Berat badan lahir rendah merupakan penyebab utama peningkatan mortalitas, morbiditas dan kecacatan pada neonatus, bayi dan anak. Pre eklampsia merupakan salah satu penyebab berat badan lahir rendah. Ketika tekanan darah tinggi muncul, sirkulasi uteroplasenta menurun yang mengakibatkan drainase nutrisi, oksigen, dan pelepasan hasil metabolisme terganggu, memungkinkan bayi berat lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan preeklamsia dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Gambiran Kediri. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain penelitian retrospektif dan menggunakan uji rank spearman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rekam medis bayi berat lahir rendah (BBLR) bulan Januari – Desember 2018 yang lahir di RSUD Gambiran Kota Kediri. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. 118 responden diambil menjadi responden. Hasil yang diperoleh dari uji korelasi rank Spearman dengan nilai p value 0,031 < 0,05, nilai Koefisien Korelasi 1.000 dan memiliki arah korelasi positif (+). Hasil penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara preeklamsia dengan kejadian BBLR di RSUD Gambiran Kota Kediri, hubungan kedua variabel berpengaruh, dan arah hubungan kedua variabel positif. Berdasarkan penelitian ini diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan upaya pencegahan berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi baru lahir dengan melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko bayi berat lahir rendah (BBLR).

Kata kunci: Preeklamsia, Berat Badan Lahir Rendah, Maternitas, Neonatus

Authors, Year

Title and Aim

Methodology

Finding 1

Finding 2

Finding 3

Note/Conclusion

Authors :

Imroatul Chumaida, Ira Titisari, Sumy Dwi Antono

 

Year: 2019

Judul :

Hubungan Preeklamsi dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Gambiran Kota Kediri

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan preeklamsia dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Gambiran Kediri.

Desain penelitian adalah analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan study retrospective. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data rekam medis bayi dengan BBLR bulan Januari - Desember 2018 yang lahir di RSUD Gambiran Kota Kediri dengan jumlah 166 rekam medis. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di RSUD Gambiran Kota Kediri. Waktu penelitian dilakukan tanggal 11 – 18 Maret 2019. Variabel independen penelitian ini adalah pre eklamsi dan variable dependen adalah bayi berat lahir rendah (BBLR). Alat ukur menggunakan rekam medis dan lembar rekapitulasi. Analisis data digunakan uji korelasi spearman rank.

- Kejadian Preeklamsia di RSUD Gambiran Kota Kediri

Pada 118 responden ibu bersalin di RSUD Gambiran Kota Kediri sebagian besar yaitu sebanyak 70 responden (59,3%) ibu dengan tidak pre eklamsi. Apabila dilihat dari usia ibu, sebanyak 68 (57,6%) ibu berusia reproduksi sehat yaitu usia 20 – 35 tahun, sehingga kemungkinan ibu untuk mengalami pre eklamsi lebih sedikit.

Dari hasil penelitian di RSUD Gambiran Kota Kediri pada bulan Januari-Desember 2018 bahwa usia ibu reproduksi sehat yakni usia 20 – 35 tahun tidak berisiko menyebabkan kejadian preeklamsi. Penyebab terjadinya pre eklamsi belum diketahui dengan jelas sampai saat ini, akan tetapi tindakan preventif yang dapat dilakukan sebaiknya ibu dapat merencanakan kehamilan dan persalinannya pada usia 20-35 tahun, dimana usia itu merupakan usia reproduktif.

- Kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Gambiran Kota Kediri

Pada 118 kasus bayi berat lahir rendah di RSUD Gambiran Kota Kediri hampir seluruh yaitu sebesar 94 responden (79,7%) mengalami BBLR dengan berat lahir bayi 1500-2500 gram. Jika dilihat dari masa gestasinya, sebanyak 108 (91%) responden memiliki umur kehamilan 30 – 42 minggu, sehingga kemungkinan bayi lahir dengan BBLR lebih banyak dibandingkan dengan bayi BBLSR/ BBLER.

- Hubungan Pre Eklamsi dengan Kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Gambiran Kota Kediri

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan uji korelasi spearman rank didapatkan nilai p value 0,031 < 0,05 yang berarti H0 ditolak artinya ada hubungan antara preeklamsi dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Gambiran Kota Kediri. Selain itu juga diketahui nilai kekuatan korelasi (Correlation Coefficient) 1,000 yaitu berarti kekuatan hubungan antara preeklamsi dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Gambiran Kota Kediri tersebut sangat kuat serta memiliki arah korelasi positif (+) yaitu  semakin besar nilai pre eklamsi maka semakin rendah berat lahir bayinya.

1. Sebagian besar responden tidak pre eklamsi.

2. Hampir seluruh responden bayi berat lahir rendah (BBLR).

3. Ada hubungan yang signifikan pre eklamsi dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Gambiran Kota Kediri. Keeratan hubungan sangat kuat, serta arah hubungan positif. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk penelitian berikutnya di Banten bahkan Indonesia dengan menyertakan variabel yang belum diteliti yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, gizi ibu, keberdayaan wanita, status perkawinan, jumlah kunjungan ANC, kualitas ANC, dan penggunaan KB.

Referensi: 

Titisari, I., Antono, S. D., & Chumaida, I. 2019. Hubungan preeklamsi dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Gambiran kota Kediri. Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)2(1), 61-67.

https://ejournal.medistra.ac.id/index.php/JKK/article/view/247

Komentar

Postingan Populer